Baru aja selesai bimbingan ke dua sama dosen pembimbing bagian struktur. Kali ini tujuannya masih sama dengan tujuan bimbingan pertama, yaitu nentuin ruang lingkup apa aja yang perlu kelompokku desain. 
Sebelumnya, flashback dulu ke bimbingan pertama sama dosen struktur ini.
Jadi pertama kali kami datang itu tujuan awalnya selain nentuin ruang lingkup, kami juga mau negosiasi tentang pembagian kerja. Waktu pertemuan awal sama semua dosen, dosen struktur ini setuju banget kalau struktur dan pondasi jadi tanggung jawab satu orang aja. What the hell!! Belum dikerjain aja udah kebayang dong bakalan sechaos apa nantinya. Eeee pas udah ketemu sama dosennya, mau bilang aja ga berani. WKWKWK Ya gimana gitu ya, ni dosen termasuk dosen yang lemah lembut dan sangat disungkani oleh banyak orang karena emang selain umurnya udah banyak, posisinya ada gitu di rektorat. Jadinya kami ikutan sungkan deh ga berani nego macem-macem :(
Dari bimbingan pertama ini, poin yang didapet seingetku yah:
  1. Bapaknya gak mau bikin desain tandingan, jadi harus cari data sebanyak-banyaknya (Means that if our project have been built, we have to either reviewing the design or search another soil data so we can design new project with same architectural)
  2. Bapaknya mau kami nyari ada dilatasinya atau engga (In order to make it easier so designing will take short time)
  3. Bapaknya mau kami ketemu langsung sama dosen pembimbing pondasi, baru bimbingan lagi ke beliau.
Selesai bimbingan pertama, langsung tuh kami hubungi ke semua penjuru yang berhubungan sama proyek ini, dari pihak Summarecon sampai anak arsitektur yang bikin desainnya. Dari situ kami dapat jawaban bahwa proyeknya tidak ada aka fiktif dan bangunan tidak ada dilatasinya (sama sekali :) ) Trust me, when we knew it, we planned to make that building have dilatation, by our self. (Sok pinter banget emang, pengennya yang gampang dan cepet).
Setelah mendapatkan jawaban, (nyari jawabannya sambil nunggu respon WA dosen pembimbing pondasi), akhirnya kami bertemu dengan dosen pembimbing pondasi. Disini juga tujuannya masih sama, yaitu nentuin ruang lingkup, khususnya bagian struktur bawah. Basa-basi sampai basi bahas proyeknya, terus akhirnya aku bilang "Maaf Pak, ruang lingkupnya gimana ya? Soalnya ini bangunannya ada 4 basement", dan langsung dosennya bilang kalau gak mungkin di bangun 4 basement di Gedebage dan buat anak TA ilmunya belum cukup buat desain basement. Okay, Sir! That's what I want :) Di bimbingan kali ini kami juga mendapatkan statement bahwa struktur atas dan bawah dipegang oleh dua orang. Yak once again, this is what I want.
Habis itu, sama halnya dengan struktur, dosen pembimbing pondasi ini juga memberi syarat harus bimbingan dengan dosen struktur baru boleh bimbingan lagi.
Akhirnya bertemulah kami dengan dosen struktur untuk bimbingan kedua hari ini. Intinya, wakt bimbingan dosennya bilang kalau kami gak bisa selesai TAnya tepat waktu kalau strukturnya tidak disederhanakan. Nah cakep kan kalo disederhanain, kan jadinya gak banyak pemodelannya. Diakhir pertemuan, dosen ini minta gambar-gambar proyeknya supaya beliau bisa nentuin mana yang harus dikerjakan. Dari sini, kami sedikit lega karena gak semua harus dikerjakan.

Sebenernya, tujuan aku nulis ini adalah aku mau bilang kalau sabar adalah kunci utama dalam ngerjain TA.Convincing my self actually. Sabar aja gausah buru-buru, gausah panik liat temen-temen progressnya udah sampai mana, sabar gak boleh banding-bandingin karena semuanya punya rezeki masing-masing, sabar tapi tetep kontrol timelinenya, sabar dan terus berdoa, sabar dan ikhlas, jangan ngeluh karena semua proses yang kita lakuin ga mungkin tidak menghasilkan sesuatu. Aku percaya Allah gak akan ngasih cobaan yang melebihi kemampuan aku, InsyaAllah.  

Final Year

Fix You from Coldplay is playing (on repeat)

After so many dramas came to my life,
I am finally Senior in my college. Never in my dream, never once, I become someone like now. I had dream that I will be student in one of famous Institute in Bandung, and yeah it happens now, but I never expect that I can through this far.

Second year in college was hard. Became Civil Engineering Student is not easy at all. Osjur made me tired af, and I had to adapt with the changes from TPB life to jurusan life (real college life). In that time, I thought TPB was bad, but jurusan was the worst. I remember that everyday my classes started on 7 am and finished at 3 pm. I remember that I had to pending my lunch because I had no time to buy some food, even I often bought some snack in canteen at the middle of class. Fyi, there is no canteen in Civil Engineering building, so I have to walk to another building just to buy some foods (until now). I remember, almost everyday I came to Soil Mechanic Laboratory that is far from CE building. I remember the time I did my reports and my projects, stay awake until midnight, drink coffee everyday (not healthy at all). At the end of this year, surprisingly I survived. On third semester my GPA decreased and increased on fourth semester (I became dean list on this semester, alhamdulillah).

Third year in college was harder than before. So many projects that I had to do, almost every subject has project. I called this year: sickness year. I never got 'maag', and I got that disease in this year; flu, fever was become my friend; cried in front of my friends was normal. If second year was 'coffee everyday' year, third year was 'bear brand in the noon, and coffee in the evening' year. First time I slept at campus because I had to finish my project and I could not do it by myself. At this time, I remember I have to join Sinar Putih course, I do not know how to describe this, but it is like self defense, with inner power. (?) I have to take it because my lecturer fanatic with that. Every students in his class must join that course. For the sake of my index, of course I joined. Then, I remember almost every evening I came to Acin's Kost to do our project. I remember I often slept at Rafika's Kost. In this year, I also became assistant laboratory. This was great experience, I met another people from another generation, and became assistant. I found this interest thought when I was an assistant, assistant is not smarter than their 'praktikan', I became an assistant because I study earlier than them, not smarter than them. This year is the year where I found my companions in arms (lol).
At the end of this year, I did internship. Yea, my first internship at Total BP contractor. During my internship, I learned something new. I learned more about construction method at that time. But I don't know, 2 months lived at Jakarta was hard on me. I didn't like the climate, I didn't like spend my Ramadhan there, somehow I didn't like working on that site. 2 months felt so long. But again, after all, I learned something new and got new friends there, three from UI, two from UNM (am I right?), and one from Undip. 

And Final year is on half way. To arrive at this stage was never easy, trust me. So many stories I want to tell, but let me finish this year first. Huhu good luck for me, for my final project, for my final year.


Is it my 'that's how I know you are the one' ?

Sebab "it's time to let him go and start again" tidak semudah Kodaline menyanyikannya.

Waks. Udah 4 bulan dari postingan tentang hal yang sama. Udah jauh dari kamu, udah lama gak kontak-kontakan sama kamu, udah gak pernah ketemu kamu, tapi kok tetep aja gak bisa lupain kamu? Kamu itu makhluk apa sih sampe sesusah ini buat ngelupain kamu?

Ada saat dimana kamu gak muncul di semua sosial media dan aku lupa sama kamu. Tapi begitu kamu muncul, tadaaa!! aku. jadi. inget. lagi. sama. kamu. Semakin banyak orang-orang update sesuatu yang bikin aku ingat sama kamu, semakin banyak orang-orang ngomongin kamu didepan aku. Sampai suatu saat, aku mimpiin kamu. Selalu begitu. Disaat orang-orang berusaha membuka topik tentangmu, selalu saja kamu muncul dalam mimpiku malam itu. Sebenernya kamu ini makhluk apa sampe masuk terus dimimpiku?

Is it my 'that's how I know you are the one' ? No, I hope it isn't. You have a girl. You have plenty girls wrap around your finger. You deserve better than me and of course I deserve better than you-my-favorite-playboy. :(

It's time to let him go and start again

Aku tau kamu orangnya gak baik.Aku juga tau kalau aku gak lepas, aku yang bakal sakit. Tapi ngelepas kamu mah gak kaya ngelepas balon ke udara. Aku susah lupa, aku selalu inget momen momen kecil sama kamu. Kamu sih bikin beberapa wishlist aku kesampaian. Udah dari jaman kapan aku bilang ke temen-temen kalau aku mau move on, tapi sampe sekarang apa? Masih aja kepikiran. Kamu sih masih sering muncul dimana-mana. Jadinya aku yang susah.

.
.
.
.
Aku sampe berdoa sama Allah gini : ya Allah kalau dia emang baik buat hamba dekatkanlah, kalau dia masih mikirin hamba, biarkan kami saling kontak, kalau emang enggak, bikin dia jauh-jauh dari hamba. 
.
.
.
.
Sesusah ini lho aku ngelupain Kamu. Kamu teh pake pelet apa gitu bisa bikin aku jatuh sampe sedalem ini?

turn around, Mon!

pernah gak sih ngejalanin sesuatu tapi tanpa tujuan? kayak kamu maju aja terus, jalan terus, dilakuin aja semuanya tapi kamu gatau itu buat apa? kamu gatau bakalan jadi apa dan sampai kapan harus ngejalanin itu. Kali ini aku lagi ngerasain kayak gitu. Kurang lebih udah 6 bulan lah, kirain cuma kayak: ah yaudah paling juga cuma lewat aja, biasa aja bentar lagi paling hilang, paling bentar lagi juga stop. Tapi sampe sekarang kok gak hilang hilang ya? kok tetep aja ya? akunya juga tetep ngejalanin lagi. Kalau kata ari " ibaratnya monik lagi jalan, jalannya lurus, lancaarrr gak buntu tapi monik gatau mau kemana, jadi ya udah jalan terus aja gitu." Mau sampe kapan gitu? mau udah aja, mau balik arah aja. tapi sayang:( sayang banget kalau harus balik arah karena aku bahagia dengan jalan ini. karena orang yang terlibat dalam perjalanan ini bikin aku nyaman. tapi aku tau diri kok, gak selamanya ini jadi kebahagiaanku, karena kalau dipikir lagi, ini cuma ngerugiin aku, bikin aku mikir negatif terus gak ada habis habisnya. Jadi, what should i do? terusin jalan aja sampe akhirnya tersesat atau balik arah dan cari jalan baru?

Soundtrack : Lucky (Jason Mraz)
                     Paperweight (Joshua Radin and Schuyler F)


ah geblek mau maunya di begoin orang sih mon. Udah tau orangnya kayak gitu masih aja kegeeran. hush hush kamu hush. Udah diingetin sana sini loh mon. Harus ditampar berapa kali biar sadar sih?
.
.
.
btw kok lagunya so sweet? -_- iyaaa soalnya ini pake draft yang ceritanya aku mau cerita tentang sesuatu sama dia yang bahagia bahagia tapi terus tersadar akan kegeblekanku.
.
.
.
.
Boleh ngepost foto berdua sama dia pas pergi gak? Gak boleh ya? Takut pada tau orangnya ya? Ywz tak simpen sendiri aja deh

sebentar aja mau bilang kalau hari ini aku uts 2 kalkulus. Tau gak sekarang jam berapa? jam 12 lebih 30 menit alias dini hari. bukannya belajar malah nulis blog. semoga ini ujian kalkulus terakhir di tpb ya, kalau dibilang takut ya takut, jangan sampe ada yang uas deh. anyway hari ini juga nilai fisika di pajang di dinding ratapan ehehehe :)
Hari kamis kemarin itu hari terakhir kuliah di tpb. sedih gak? sedih lah, walaupun tpb aja udah susah tapi menurut kakak kakak yang udah jurusan, tpb adalah tahap paling bahagia :") sedih juga sih soalnya makin deket dengan waktu dimana bakal pisah sama anak anak yang kuliah di jatinangor. Gimana gak sedih kalau tiap hari aja ketemu, makan bareng, jalan bareng, kelas bareng, udah biasa bareng pokoknya. terus kalau besok pada kuliah di sana gimana? sedih juga makin kesini makin sadar kalau udah besar. pikirannya juga udah harus dewasa gabisa lagi main main. tanggung jawabnya udah mulai kerasa banget sekarang. 
Udah ah, kenapa aku kalau nulis selalu pas mau uts kalkulus? yaaa mungkin aku bosen liat angka terus makanya sekarang nulis. btw udah jam segini, harus tidur karena gak mau nanti ngerjainnya sambil merem. nilai uts kali ini minimal harus sama kayak uts 1 deh biar mencapai target. Bismillah Allah selalu ada mendampingiku..

Kata Orang : Timbul Setelah Lama Tenggelam

Lagi-lagi kangen sama blogging. Kangen nulis, kangen searching asesoris blog, kangen download download tema blog. Kangen semuanya. Pengen sih tetep nulis setiap ada event gitu, tapi apa daya, sibuk dan males menghalangi semuanya. #huftie
Btw, huftie didapat dari anggita dan itu legenda banget hahaha gatau deh dia sering memunculkan kata kata aneh, kaya orangnya #oops
Udahlah, mau cerita aja. Mau cerita kehidupan aku selama tenggelam di masa TPB yang hingga saat ini belum juga berakhir. 
.
.
.
Awal ke Bandung buat ngurus ini itu di ITB itu waktu daftar ulang pertama. Inget banget sebelumya itu dihubungin sama mbak avi dulu, terus diajak kumpul sama anak-anak yang keterima di ITB. Terus udah ketemuan kita memutuskan untuk berangkat bareng ke Bandung naik kereta dan kakak-kakak yang balik telah menunggu di stasiun dengan sabar. Sampe Bandung sorean gitu kan terus inget banget tuh, kita langsung ke kosannya mas Eric yang gak jauh dari ITB - ngesot aja bisa-, habis itu makan malam di ayam bungsu deh! Nah gatau kenapa jadi tempat legendaris aja gitu ni ayam bungsu. Tiap aku sama anak anak magelang makan disini pasti nostalgia hehe. Terus ya habis makan langsung deh cuuus ke kosan kakak kakak tercinta. Besoknya itu masih hari kosong jadinya kita jalan jalan sepuasnya. Nah lusanya, baru deh daftar ulang. Deg-degan banget ya Allah, bukan gara-gara berkasnya kurang lengkap tapi takut gak punya temen disana secara I'm the only one from Magelang gitu. Tapi waktu ngejalaninnya tu yang slow-slow aja sih. Sempet kaget sebenernya, gila banyak banget yang daftar ulang, mana brutal brutal lagi tapi disini nih bagian serunya, pas dibuka gerbang depan sabuga, langsung pada lari lari nyari fakultasnya, mana aku sempet salah antri lagi tapi untungnya terus bisa dapet depan :') Udah kan nunggu nunggu nunggu pokoknya disana tuh kerjaannya cuma nunggu, nah kesempatan kan buat cari temen. Inget banget pertama itu kenalan sana Dio karena ya karena waktu itu botol dia jatuh didepanku wkwk terus kenalan sama Hanang Serli -ya ampun sampe sekarang masih heboh kalau ketemu-. Parah deh pokoknya banyak kenalan yang aku sendiri juga lupa namanya -_-
.
.
Balik Bandung lagi itu waktu emang udah harus ospek dan kuliah. Kesananya aja dianter papa gara-gara ya emang mau pindahan. Da aku mah apa atuh tanpa papa, siapa yang masang antena, siapa yang masang gantungan baju, siapa yang geser geser lemari, siapa yang belanja sana sini. Thanks pa! nah waktu papa menyiapkan kosan ku dan segala sesuatunya, aku juga ada daftar ulang kedua. Ini lebih enjoy sih aku ngejalaninnya, secara aku udah punya temen FTSL dikosan, belum lagi temen FTSL di jalan Pelesiran -jalan kosan-. Ya udah deh jadi daftar ulang biasa gitu dan karena dulunya udah daftar ulang ya jadinya lebih cepet. Udah kan ya habis itu ditinggal papa pulang ke Magelang, dan disitu langsung deg! kok sepi....kok kangen rumah.... kok kangen mama papa mbak.... kok kangen temen temen..... kok gak pengen kuliah di ITB.... kok pengen di Magelang aja.... kok nangisnya gak berhenti-berhenti...... hampir tiap malem selama seminggu gitu terus boros tisu. Untung aja anak kosan suka kumpul di kamar numpang nonton tv jadinya sedikit terobati galau ini... Udah kan ya udah galau gara gara ngekos jauh dari rumah, terus kuliah. Kuliah pertama sih slow slow kayak di pantai. lah selanjutnya??? OH NO! Mau tidur sayang waktunya mending buat ngerjain tugas atau belajar, mau main main jauh juga sayang, mau hedon pun sayang waktu dan uang. Tapi pada akhirnya, tetep aja kuliah-tidur-kuliah-main-kuliah-unit. Kadang malah kuliahya diganti dengan tidur. Yaelah kapan belajarnya mooon???! Untung ya, untung banget punya manusia zuper ambis -re : Rheza- dan Arik yang selalu mengingatkan aku untuk belajar, yaiyalah belajar orang lusanya uts. Nah di minggu minggu uts ini nih bener bener ngerasain gimana susahnya nyari nilai. Sampe doanya aja ya Allah asalkan gak UAS aja udah alhamdulillah deh. Saking desperate nya. Pokoknya minggu minggu uts itu minggu minggu hectic. Padahal uts diadain tiap minggu, jadi kebayangkan hidup aku disana isinya cuma hectic hectic day. 
.
.
.
Terus sekarang lagi di Magelang YEAY! kota dimana dengan mudahnya jarum timbangan gerak ke atas. :( Gapapa deng yang penting mah ketemu mama papa mbak, ketemu rumah, ketemu temen temen, senengnya tuh disiniiiii!!! Tapi tetep ya masih ada yang ngganjel. Dimana kamu yang sering ngisi chat line ku? Kemana kamu? Aku udah di Magelang dan kamu ngilang? Good! Yah jadi galau gini kan. Yaudah deh segini dulu ceritanya, nanti kalau dilanjutin malah jadi curhat curhat galau. Yaudah ya daaah #BHAY

For the first time banget nih nulis di blog ini pas udah jadi mahasiswa. Tiba tiba aja pengen nulis disaat temen temen yang lain lagi belajar mati-matian buat uts kalkulus lusa.
Mau cerita aja sih sebenernya, alhamdulillah Allah ngejawab doaku selama ini. Alhamdulillah bisa masuk FTSL ITB, alhamdulillah lagi dipermudah jalannya. Tapi setelah jalan 3 bulan kuliah masih suka mikir, apa emang disini tempat yang cocok buat aku belajar? di tengah tengah orang borju dan di tengah tengah orang ambisius yang kadang individualis? Kadang suka tanya sama diri sendiri kenapa milih ITB, disaat UGM lebih dekat kalau akhirnya sering nangis gara gara homesick, famsick? kenapa milih ITB yang udah tau terkenal personal mahasiswanya 'gitu' kalau akhirnya aku misuh misuh gara gara semuanya ambisius dan individualis? Kenapa gak nurutin kata kata papa yang mau anaknya kuliah di UGM aja? Sampe sekarang masih banyak pertanyaan-pertanyaan aneh yang ada dipikiranku.  Tapi ya udahlah, emang ini yang aku pengenin, emang ini yang aku minta dari Allah, ini pilihanku mau gak mau harus terima konsekuensinya. Bismillah aja bisa survive disini dengan keadaan kayak gini, bismillah semoga bisa maju, jangan stuck mikir 'kenapa' lagi :)